KLIK SAJA

Arsip:

Terimakasih:

This page is powered by Blogger. Isn't yours?

Comment by Haloscan


Viewer Stats

 

 


 
Hmm. Musik lawas Indonesia ya. Hmm. Anda susah mencarinya di toko kaset? Bahkan kaset bekas pun dicari tak dapat? Udah nggak inget lagi lagu-lagu bagusnya? Bahkan rupa kasetnya pun tak pernah lihat? Baca aja BLOG ini.

04 August 2006

 

PRAMBORS BAND - COLLECTOR SERIES


Prambors Band - Collector Series


VokalisDeddy Stanzah, Eddy Silitonga, Hutta M., Louise Hutauruk, Sarah Hutauruk, Prambors Band
KomposerI.A. Bharata, Tono S., Harry B., Michael P., Teddy M., Didi T., Benny E.G., Rynhard D., Chandra Darusman, Mugiatno D.S., Mochamad Noor A.
ProduksiBravo Musik & DD Record


No Judul Lagu Pencipta Penyanyi
1 SEPERCIK AIR I.A. Bharata Deddy Stanzah
2 KEAGUNGAN TUHAN Tono S. Eddy Silitonga
3 CINTA DIRI Harry B. Hutta M.
4 KEHIDUPAN Michael P. Louise Hutauruk
5 REMAJA MASA KINI Teddy M. Eddy Silitonga
6 SENANDUNG KELASI Didi T. Sarah Hutagalung
7 MASA DEPAN DITANGANMU Benny E.G. Deddy Stanzah
8 BAHAGIA Rynhard D. Louise Hutauruk
9 DARA Chandra Darusman Hutta M.
10 USAI Mugiatno D.S. Louise Hutauruk
11 KEMARAU Mochamad Noor A. Prambors Band
12 PRIA DAN WANITA Mochamad Noor A. Prambors Band
13 KISAH JAMAN KINI Mochamad Noor A. Prambors Band
14 JAKARTA-JAKARTA Mochamad Noor A. Prambors Band
15 WAJAH-WAJAH Mochamad Noor A. Prambors Band
16 SEKELUMIT Mochamad Noor A. Prambors Band
17 PELAMUN Mochamad Noor A. Prambors Band
18 SEKUNTUM BUNGA Mochamad Noor A. Prambors Band
19 PERTEMUAN Mochamad Noor A. Prambors Band
20 LINGKARAN KELABU Mochamad Noor A. Prambors Band


KEMARAU

Tiada ranting yang rimbun
daun pun berguguran
Mata air pun kering
tiada titik embun turun
Saat itu, kemarau yang datang
hati gersang dan berdebu
Curah hujan tiada turun
membasahi jiwa ini

Tiada pohon yang rindang
tempat berteduh diri
Air mata pun kering
suara hati pun membisu
Saat itu, kemarau yang datang
cita hati t'rasa sendu
Cah'ya mentari t'rasa panas
menyinari jiwa ini

Kapankah mendung datang mengalun
mengusir kemarau kali ini
Tapi sabarlah diri menanti
pasti kemarau pergi berganti
 

WAJAH-WAJAH

Lihatlah wajah-wajah
serba gagah dan ayu
Tapi apakah mulia
hati orang siapa tahu

Lihatlah yang di depan
wajah-wajah yang mewahan
Tapi takkah berkedok
hati orang siapa tahu

Reff.
Aneka wajah-wajah
manusia serba bisa
Berubah setiap hari
itulah wajah-wajah

Ingatlah wahai umat
pada hari terakhir
semua kan terbukti
 

PRIA & WANITA

Yang pertama Adam dan Hawa
akhirnya jadilah semua
Pria wanita tanpa busana
tapi itu pada dulu kala

Sampai zamannya Siti Nurbaya
wanita dikawin paksa
Pria di zaman Siti Nurbaya
bagai raja bermahkota

Tapi di zaman sekarang
semua telah bebas bicaranya
Pria wanita telah sama
sesama tingkah dan lakunya