Hmm. Musik lawas Indonesia ya. Hmm. Anda susah mencarinya di toko kaset? Bahkan kaset bekas pun dicari tak dapat? Udah nggak inget lagi lagu-lagu bagusnya? Bahkan rupa kasetnya pun tak pernah lihat? Baca aja BLOG ini.
18 October 2006
LCLR PRAMBORS 1987/1988
Komposer
Edwin Saladin Rochadi, Adelansyah, Abdillah (Dede Anwar Putra), Wiwie G.V., Ir. Irman Syahrizal Azwar, Luhut Leonard P.S., Ike D. Utari, Didi A.G.P., Angga S. Nugraha, Alfred Matulapelwa, Cherry Hermawan
Oh indahnya suasana
bila kutahu siapa namanya
Tertunduk malu
dia tersenyum simpul
Melirik kehadiranku di sana
Kuberharap dia menyapa
mengajakku tertawa bersama
Menyibak duka di dalam hati ini
menyambut pertemuan dengannya
Bilakah terjadi semua angan ini
Reff.
Kuharapkan
adakah bayangan diriku
mengisi hari-hari
di dalam gerak dan langkahnya
Walau jarak memisahkan
diriku dengan dirinya
Ku tak akan pedulu
Semoga waktu kan berpihak padaku
Fantasiku kian menjulang
membawaku melayang ke awan
Semesta ada
kelelahan menerpa
melepas s'ribu candaku dengannya
Biarkan semua seperti adanya
Di saat kuragu akan perhatianmu
 
SURAT
Adinda...
s'moga engkau sehat-sehat s'lalu
Padamu...
tercurahkan kasih dan sayang di hatiku
Jangan ragukan aku disini
jangan sangsikan kau menantiku
Aku pasti kembali
Reff.
Rindumu juga rinduku
kasihmu juga kasihku
S'maramu juga s'maraku
s'lalu kita satu...
Cintamu juga cintaku
dukamu juga dukaku
Hasratmu juga hasratku
s'lalu kita satu
 
SIRNA
Panas terik membakar jiwa ini
saat diri mencari
naungan yang pasti
Namun langkah terasa
tiada jua berhenti
untuk menyingkapkan tabir hidup ini
Di sela raga yang hina dina ini
kurasakan batinku menjerit lirih
Mengharap kurnia Nya
kurnia Sang Kuasa
untuk melabuhkan bahtera hidup ini
Reff.
Oh...bawalah daku ke sana
meniti cakrawala nan indah
Oh...kupasrahkan jiwa ini
tuk meraih kedamaian
yang senantiasa sirna
dihempas angin lalu
Deru waktu semakin cepat berlalu
di saat getar rasa terus melaju
Nestapa t'lah berlalu
seiring lamunanku
tenggelam di dalam
ilusi diri ini
 
HIDUP ADALAH TRAGEDI
Peristiwa mula terjadi di antara
insan yang mendambakan damai
di setiap kisah hidup ini
seakan meronta
Tragedi manusia di dunia saat ini
mendamba s'gala yang tersirat
di setiap kisah hidup ini
yang akan meranjau
Di tengah badai-badai manusia
di sela-sela kisah tragis
Kutermenung
entah apa yang menghantui mereka
Apakah harta, tahta, atau wanita
yang kau cari
Marilah mawas diri
hidup adalah tragedi
 
TERPANA
Saat ku melangkah
mengikuti kaki
mataku tertuju pada seraut wajah
Kucoba menyapa
mengikuti hati
Namun lidah t'rasa kelu
tak jua berkata
Resahnya
Reff.
Kuingin saat ini
bersapa canda denganmu
Namun ternyata diriku
hanya terpana
 
MANDIRI
Ceria mentari bercah'ya
menyinari pagi betapa indahnya
Unggas bersahut-sahutan
nyanyian semesta melodi yang kuasa
Dan kini kuresapi sudah
betapa celanya kehidupan lalu
Mari kita menikmati karunia Illahi
yang tak pernah henti
Reff.
Kuajak kau melangkah
tinggalkanlah segera
mabuk dan pesta pora
yang semu semata
Kejarlah hari esok
dan gapailah citamu
Neg'ri menanti, karya mandiri
pasti terpuji di bumi pertiwi