| Chaseiro | merupakan gabungan huruf depan nama para personil |
| Keyboard, Vocal | Candra Darusman |
| Vocal | Helmi Indrakesuma |
| Guitars, Vocal | Aswin Sastrowardojo |
| Flute | Edi Hudioro |
| Vocal | Irwan Indrakesuma |
| Bass, Vocal | Rizali Indrakesuma |
| Vocal | Omen (= Norman Sonisontani) |
| Produksi | Musica Studios |
| No |
Judul Lagu |
Pencipta |
Penyanyi |
| 1 |
PEMUDA |
Candra Darusman |
Chaseiro |
| 2 |
IRAMA HIDUP |
Candra Darusman |
Chaseiro |
| 3 |
HANYA MEMBEKAS KINI |
Candra Darusman |
Chaseiro |
| 4 |
AWAL DAN AKHIR HARI |
Candra Darusman, Irvan N. |
Chaseiro |
| 5 |
SENDU |
Candra Darusman, Harry Sabar |
Chaseiro |
| 6 |
HARI YANG INDAH |
Candra Darusman |
Chaseiro |
| 7 |
RASA BIMBANG |
Candra Darusman |
Chaseiro |
| 8 |
DARA |
Candra Darusman, Joeliardi Soenendar |
Chaseiro |
| 9 |
SAPA PRA BENCANA |
Candra Darusman, Joeliardi Soenendar |
Chaseiro |
| 10 |
MASA KE MASA |
Candra Darusman |
Chaseiro |
| 11 |
MARI WONG |
Candra Darusman |
Chaseiro |
PEMUDA
Pemuda kemana langkahmu menuju
apa yang membuat engkau ragu
Tujuan sejati menunggumu sudah
tetaplah pada pendirian semula
Dimana artinya berjuang
tanpa sesuatu pengorbanan
Kemana arti rasa satu itu
Reff.
Bersatulah semua seperti dahulu
Lihatlah kemuka
Keinginan luhur
kan terjangkau semua
Pemuda mengapa wajahmu tersirat
dengan pena yang bertinta melas
Cerminan tindakan akan perpecahan
bersihkanlah nodamu semua
Masa depan yang akan tiba
menuntut bukannya nuansa
yang s'lalu menabirimu, pemuda
  |
IRAMA HIDUP
Siapa yang sedang berlamunan
dengarlah laguku
membawakan semboyan gembira
nantikan saat yang akan tiba
Kau harus mencoba merasakan
irama hidup yang ada padaku
sedang melanda
Tak bisa kau terus meneruskan
membuat hidupmu tanpa arti
Harus mengejar harapan baru
yang diperlukan oleh semua
Ayolah kemari
menikmati irama hidup ini
Reff.
Bantulah semua
pulihkan dunia
dari kebingungan
jutaan jiwa
Setelah kau sadar kan tugasmu
jangan ragu lagi
Teruskanlah, segala sesuatu
yang sedang terlintas di kalbumu
Kau harus selalu membawakan
irama hidup yang ada padamu
dan kita semua
  |
HANYA MEMBEKAS KINI
Keheningan malam mencekam diri
setianya sukma sekejap
Kasihan wanita terlena
yang pernah kucinta
Kumandangkanlah segala perasaan
yang masih selalu tersisa
ke dalam alunan birama
bernada penyesalan
Reff.
Katakanlah
kemana hilangnya
rasa bahagia
yang pernah menggelora
dalam hayatku
kusayangi
lembutnya sentuhan
semesra senyuman
pancaran ronanya
hanya membekas kini
Dia takkan lupa dirinya
sekian lama terpikat
dengan tali asmara
Akankah kita menggali lagi
kenangan itu |
SAPA PRA BENCANA
Sang angin buka buku
tersaji sepucuk dongeng
Dongeng di kala siang
di jalanan suatu kota
Seorang ibu muda
si cantik berbibir gemas
mengepit tas anyam tasik
usai belanja di kedai
Reff.
Mata dan mata
melirik menengok perut ibu
berisi cikal bakal
penghuni dunia baru
yang sempit
Jalanan masih licin
dicium hujan siang
Datang seorang polisi
menegur cinta ibu
Hai ibu, nan jelita
tak baik bawa anak
lewat di jalan licin
nanti anak ibu jatuh
Reff.
Pak polisi yang bijak
kemana matamu, bapak
saya kan tak bawa
anak ada juga dalam perut |
| # musiklawas | 2:10 PM |
| |