| WOW! Band | Iwan Madjid, Darwin B. Rachman, Fariz Roestam Munaf |
| Divisi Lirik | Sihar Yusuf Sinurat, Wimpi Handoko, Tubagus Benny, Boedi Soesatio |
| Pendukung | Sihar Yusuf Sinurat, Wimpi Handoko |
| No |
Judul Lagu |
Pencipta |
Penyanyi |
| 1 |
PEKIK MERDEKA |
Fariz R.M., Sihar Yusuf Sinurat |
WOW! |
| 2 |
MERDEKANYA ORANG MUDA KOTA |
Darwin B. Rachman, Boedi Soesatio |
WOW! |
| 3 |
PURIE DHEWAYANI |
Iwan Madjid, Tubagus Benny |
WOW! |
| 4 |
MENCARI DIRI |
Wimpi Handoko |
WOW! |
| 5 |
ARMAGEDON |
Darwin B. Rachman Iwan Madjid, Tubagus Benny |
WOW! |
| 6 |
ANGAN-ANGAN |
Sihar Yusuf Sinurat, Iwan Madjid |
WOW! |
| 7 |
HARI INI |
Darwin B. Rachman, Sihar Yusuf Sinurat |
WOW! |
| 8 |
CINTA DUA |
Iwan Madjid, Sihar Yusuf Sinurat |
WOW! |
| 9 |
NALURI |
Fariz R.M, Sihar Yusuf Sinurat |
WOW! |
PEKIK MERDEKA
Pekik merdeka
lantang memecah suasana
Beratus pasang mata
mengarah tebar layar
Kala berlangsung
kisah bangkitnya perlawanan
Mengusir penjajahan
dari muka bumiku
Beratus wajah lugu
mengarah tebar layar
diam terpaku memandang
Tercekam suasana
dahsyatnya perlawanan
pembela tanah airnya
Namun ketika usai mereka terjaga
memadati dirinya
di tanah lapang luas
Tempat berlangsung
pesta saudagar ternama
pemilik kebun cengkeh
di desa kecil itu
Reff.
Keheningan mencekam
tinggallah tebar layar
tegak terpancang membisu
Bagai memendam kesan
gulana dalam desa
laksana kodrat alami
Tembang bela bangsa
Bahala menantang
Mendukung perlawanan
Aksara pusaramu
janji penerus
tegaknya cita-cita mahajana
Pekik merdeka
kini hanyalah semboyan
beratus wajah lugu
merindukan maknanya
Warna temaram
wadah bahala buana
berhana wajah lugu takkan sanggup meraba
|
MERDEKANYA ORANG MUDA KOTA
Jika kau lagi berduka
rusaklah suasana
sementara kau diam
kugoda kata jenaka
Jika merona pipimu
bungahlah dihatiku
lalu kau pagut tawa
kau hampiri sebelahku
Kau beri sentuhan
kau jabarkan romantika rasa
Jika kau mulai bermanja
asyiknya suasana
sementara kau lena
dekapan erat bermakna
Jika kau mulai bergaya
gelora kan meronta
lalu kau tebar suka
bercanda di atas sofa
Kau buka bertanda
untuk menuntaskan
nikmatnya cerita lama
Oo peristiwa yang telah biasa
orang muda kota
dan selalu dipersoalkan
Oo segalanya pun mungkin terjadi
selaras tradisi
yang selalu terus berlari
(dan berlari)
|
PURIE DHEWAYANI
Getar nurani
menggugah lenanya kalbu
Saratnya mataku
memendam rindu
Apa yang kini terjadi
tak sempat membuat
ku mengerti
Kala kusadari
diriku terhanyut mimpi
Terbuai hayalan
birahi sendiri
Yang datang malam hari
hingga datang saat pagi
Saat kuterjaga
dalam sepi sendiri
Geramku dibuatnya
Batinku kini terjerat
Tak mungkin bergerak
Tak mungkin kuelak...panahnya
Kau Purie Dhewayani
menghujam deras dadaku
tepat bersarang
di sudut jantungku |   |
| # musiklawas | 1:52 PM |
| |